Pemkot Bengkulu Luncurkan Program Digitalisasi UMKM, 5.000 Pelaku Usaha Didampingi
Program ini merupakan bagian dari visi Smart City Bengkulu 2026 yang menargetkan seluruh pelaku UMKM terdaftar dalam ekosistem digital nasional dan mendapat pendampingan teknologi gratis.
Pemerintah Kota Bengkulu secara resmi meluncurkan program digitalisasi UMKM terbesar dalam sejarah kota ini, Senin (18/5). Program bertajuk "Bengkulu Digital Hub" ini menargetkan 5.000 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah untuk mendapatkan pendampingan teknologi secara gratis hingga akhir 2026. Walikota Bengkulu, Helmi Hasan, menyebut langkah ini sebagai tonggak penting dalam perjalanan Bengkulu menuju Smart City yang inklusif.
Dalam program ini, setiap peserta akan mendapatkan pelatihan komprehensif yang mencakup pembuatan toko online di marketplace seperti Shopee, Tokopedia, dan TikTok Shop, hingga pengelolaan keuangan berbasis aplikasi digital. Lebih jauh, peserta juga akan diperkenalkan dengan sistem pembayaran digital QRIS dan diajarkan cara menganalisis data penjualan untuk mengembangkan strategi bisnis yang lebih efektif.
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Bengkulu, Ir. Mardiansyah, menjelaskan bahwa program ini tidak berhenti di pelatihan semata. "Kami menyiapkan mentor dari kalangan praktisi teknologi dan pengusaha digital yang akan mendampingi peserta selama enam bulan penuh. Ada sesi konsultasi mingguan, grup diskusi WhatsApp, dan evaluasi bulanan untuk memastikan kemajuan nyata setiap peserta," ujarnya dalam konferensi pers.
Dana program ini bersumber dari APBD Kota Bengkulu sebesar Rp 4,2 miliar, didukung oleh kontribusi dari Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Bengkulu senilai Rp 800 juta, serta hibah teknologi dari beberapa perusahaan startup nasional. Shopee Indonesia, salah satu mitra utama, akan menyediakan fitur onboarding eksklusif bagi peserta program termasuk subsidi biaya komisi selama tiga bulan pertama.
Program ini dijadwalkan berlangsung dalam tiga gelombang: gelombang pertama untuk sektor kuliner dan fashion (Mei–Oktober 2026), gelombang kedua untuk sektor kerajinan dan pertanian (Juli–Desember 2026), dan gelombang ketiga untuk jasa dan perdagangan umum (September 2026–Februari 2027). Pendaftaran sudah dibuka di situs resmi Diskominfo Bengkulu dan sudah lebih dari 1.200 pelaku UMKM mendaftarkan diri dalam 24 jam pertama.
Tidak hanya itu, Pemkot juga berencana membangun "Digital Hub Bengkulu" — sebuah co-working space berbasis teknologi yang akan difasilitasi di tiga titik strategis kota. Di sana, para UMKM bisa mengakses internet berkecepatan tinggi, peralatan fotografi produk, dan studio mini untuk pembuatan konten media sosial secara gratis. Langkah ini diharapkan menjadi katalis percepatan transformasi digital ekonomi Bengkulu yang berkelanjutan.