Bunga Rafflesia Langka Mekar Sempurna di TNKS, Wisatawan Membludak
Bunga Rafflesia arnoldii dengan diameter 95 cm mekar di kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat, menjadi salah satu yang terbesar yang pernah tercatat dalam sejarah.
Sebuah fenomena alam yang langka terjadi di kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS), Bengkulu. Bunga Rafflesia arnoldii dengan diameter luar biasa mencapai 95 sentimeter ditemukan mekar sempurna oleh petugas patroli taman nasional pada Sabtu (16/5). Temuan ini langsung viral di media sosial dan menarik ribuan wisatawan domestik maupun mancanegara untuk datang menyaksikan langsung keajaiban alam tersebut.
Kepala Balai Besar TNKS, Dr. Agus Kristianto, menyatakan bahwa bunga dengan diameter hampir satu meter ini termasuk salah satu yang terbesar yang pernah tercatat secara resmi di Indonesia. "Rata-rata Rafflesia arnoldii mekar dengan diameter 60–90 cm. Menemukan yang berukuran 95 cm adalah kejadian sangat istimewa. Ini membuktikan ekosistem TNKS masih dalam kondisi yang sangat baik untuk mendukung kehidupan parasit terbesar di dunia ini," tuturnya.
Rafflesia arnoldii adalah bunga terbesar di dunia yang hanya bisa ditemukan di hutan hujan Sumatera. Tanaman parasit ini tidak memiliki daun, batang, maupun akar yang sejati — ia sepenuhnya bergantung pada inangnya, tanaman liana dari genus Tetrastigma. Proses pematangannya memakan waktu hingga 9 bulan, namun masa mekarnya hanya berlangsung 5–7 hari sebelum membusuk. Inilah yang membuat setiap kemekaran menjadi momen yang sangat berharga dan dinantikan.
Sejak kabar penemuannya beredar, lokasi mekar bunga di Desa Tebat Monok, Kepahiang, tak henti-hentinya dikunjungi wisatawan. TNKS mencatat lebih dari 3.000 pengunjung dalam tiga hari pertama, meningkat 600% dibanding hari normal. Pihak taman nasional memberlakukan sistem antrean dan membatasi jarak pengunjung minimal 2 meter dari bunga untuk menjaga keutuhannya selama masa mekar.
Dinas Pariwisata Provinsi Bengkulu melihat ini sebagai momentum emas untuk mempromosikan ekowisata Bengkulu ke tingkat internasional. "Kami sedang berkoordinasi dengan sejumlah platform wisata seperti Airbnb Experiences dan GetYourGuide untuk membuat paket tur eksklusif yang menggabungkan pengamatan Rafflesia, trekking TNKS, dan kunjungan ke kampung adat Rejang," kata Kepala Dinas Pariwisata Bengkulu, Sri Mulyani.
Para peneliti dari Universitas Bengkulu (UNIB) dan Herbarium Bogoriense LIPI turut hadir untuk mendokumentasikan kemekaran ini secara ilmiah. Sampel serbuk sari dan jaringan bunga akan dianalisis untuk memperdalam pemahaman tentang mekanisme reproduksi tanaman langka ini. Peneliti berharap data yang dikumpulkan bisa menjadi fondasi bagi program konservasi Rafflesia yang lebih terstruktur di seluruh Sumatera.