Live
◆Pemkot Bengkulu luncurkan 5.000 program digitalisasi UMKM◆Rafflesia arnoldii mekar di TNKS, diameter capai 95 cm◆Harga kopi Robusta Bengkulu naik 40% di pasar internasional◆OpenAI rilis model o4-Pro yang mampu perbaiki bug produksi sendiri◆QRIS nasional targetkan 100% transaksi retail akhir 2026◆Startup Indonesia raih $120 juta pendanaan Series B◆Indeks literasi digital Indonesia naik ke peringkat 3 ASEAN◆Batik Besurek Bengkulu viral TikTok, pesanan tembus 10.000 unit◆Pemkot Bengkulu luncurkan 5.000 program digitalisasi UMKM◆Rafflesia arnoldii mekar di TNKS, diameter capai 95 cm◆Harga kopi Robusta Bengkulu naik 40% di pasar internasional◆OpenAI rilis model o4-Pro yang mampu perbaiki bug produksi sendiri◆QRIS nasional targetkan 100% transaksi retail akhir 2026◆Startup Indonesia raih $120 juta pendanaan Series B◆Indeks literasi digital Indonesia naik ke peringkat 3 ASEAN◆Batik Besurek Bengkulu viral TikTok, pesanan tembus 10.000 unit
BengkuluTeknologi

UNIB Rilis Aplikasi AI Pendeteksi Penyakit Tanaman Khas Bengkulu

Tim riset Universitas Bengkulu berhasil mengembangkan model AI yang mampu mendeteksi 12 jenis penyakit pada tanaman endemik Bengkulu dengan akurasi 94%.

DDian Kusuma
·3 hari lalu·4 menit baca
AI Technology Research

Tim riset dari Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu (UNIB) berhasil merilis aplikasi kecerdasan buatan (AI) yang mampu mendeteksi penyakit pada tanaman-tanaman unggulan khas Bengkulu, termasuk kopi, lada, dan durian lokal. Aplikasi bernama "BengkuluAgri.AI" ini memanfaatkan teknologi computer vision dan deep learning yang dilatih menggunakan lebih dari 50.000 gambar tanaman yang dikumpulkan selama dua tahun di berbagai kabupaten di Provinsi Bengkulu.

Model AI yang digunakan mampu mendeteksi 12 jenis penyakit tanaman dengan akurasi rata-rata 94%, melampaui kemampuan diagnosis manual yang biasanya memerlukan waktu lama dan keahlian khusus. Pengguna cukup memotret daun atau buah tanaman yang terlihat sakit menggunakan smartphone, dan dalam hitungan detik aplikasi akan memberikan diagnosis lengkap beserta rekomendasi penanganan yang bisa dilakukan petani secara mandiri.

Dr. Hendra Gunawan, ketua tim peneliti, menjelaskan bahwa proyek ini berawal dari keprihatinan atas kerugian yang dialami petani Bengkulu akibat keterlambatan penanganan penyakit tanaman. "Setiap tahun, petani di Bengkulu bisa kehilangan 15–30% hasil panen karena penyakit yang tidak terdeteksi tepat waktu. Dengan aplikasi ini, deteksi bisa dilakukan sejak dini, sebelum penyakit menyebar luas," ujarnya.

Selain diagnosis, BengkuluAgri.AI juga dilengkapi fitur pemantauan cuaca berbasis AI yang memberikan prediksi risiko serangan hama dan penyakit berdasarkan kondisi iklim setempat. Ada pula fitur forum komunitas di mana petani bisa berdiskusi dan berbagi pengalaman, serta direktori penyuluh pertanian yang bisa dihubungi langsung melalui aplikasi jika diagnosis memerlukan penanganan lebih lanjut.

Aplikasi ini telah diuji coba di 8 kecamatan di Kabupaten Rejang Lebong dan Bengkulu Tengah, melibatkan 320 petani. Hasilnya sangat menjanjikan: 87% petani peserta uji coba merasa lebih percaya diri dalam menangani masalah tanaman, dan kerugian akibat penyakit berkurang rata-rata 22% dibanding musim tanam sebelumnya. Kini BengkuluAgri.AI sudah tersedia gratis di Google Play Store dan App Store untuk seluruh petani Indonesia.

Riset ini didanai oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui skema Penelitian Terapan Unggulan Perguruan Tinggi (PTUPT) senilai Rp 1,8 miliar, serta dukungan teknis dari perusahaan AI nasional. Tim UNIB kini sedang mengembangkan versi lanjutan yang mencakup deteksi kualitas dan kematangan buah secara otomatis untuk mendukung proses panen yang lebih efisien dan menguntungkan bagi petani Bengkulu.

Ditulis oleh Dian Kusuma
← Kembali ke Bengkulu