Live
◆Pemkot Bengkulu luncurkan 5.000 program digitalisasi UMKM◆Rafflesia arnoldii mekar di TNKS, diameter capai 95 cm◆Harga kopi Robusta Bengkulu naik 40% di pasar internasional◆OpenAI rilis model o4-Pro yang mampu perbaiki bug produksi sendiri◆QRIS nasional targetkan 100% transaksi retail akhir 2026◆Startup Indonesia raih $120 juta pendanaan Series B◆Indeks literasi digital Indonesia naik ke peringkat 3 ASEAN◆Batik Besurek Bengkulu viral TikTok, pesanan tembus 10.000 unit◆Pemkot Bengkulu luncurkan 5.000 program digitalisasi UMKM◆Rafflesia arnoldii mekar di TNKS, diameter capai 95 cm◆Harga kopi Robusta Bengkulu naik 40% di pasar internasional◆OpenAI rilis model o4-Pro yang mampu perbaiki bug produksi sendiri◆QRIS nasional targetkan 100% transaksi retail akhir 2026◆Startup Indonesia raih $120 juta pendanaan Series B◆Indeks literasi digital Indonesia naik ke peringkat 3 ASEAN◆Batik Besurek Bengkulu viral TikTok, pesanan tembus 10.000 unit
IndonesiaInfrastruktur

Kemenhub Umumkan KRL Commuter Line Ekspansi ke 15 Kota Baru Tahun Ini

Rencana ekspansi jaringan KRL mencakup kota-kota di luar Pulau Jawa termasuk Medan dan Makassar. Proyek senilai Rp 47 triliun ini ditargetkan selesai bertahap hingga 2028.

EEko Prabowo
·3 hari lalu·4 menit baca
Kereta Indonesia

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengumumkan rencana ekspansi besar-besaran jaringan Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line ke 15 kota baru di Indonesia. Pengumuman ini disampaikan langsung oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (15/5). Total investasi proyek ini mencapai Rp 47 triliun dan akan dilaksanakan secara bertahap hingga 2028.

Kota-kota yang masuk dalam rencana ekspansi ini mencakup dua kota di luar Pulau Jawa untuk pertama kalinya: Medan (Sumatera Utara) dan Makassar (Sulawesi Selatan). Selain itu, ada pula Bandung Raya, Surabaya Metropolitan, Semarang, Yogyakarta, Denpasar, Palembang, Banjarmasin, Balikpapan-Samarinda, Pekanbaru, Padang, Pontianak, Manado, dan Kupang. Setiap kota akan mendapatkan setidaknya satu koridor KRL yang menghubungkan pusat kota dengan kawasan penyangga atau industri.

Untuk Medan, rute pertama yang akan dibangun adalah koridor Kualanamu–Medan–Binjai sepanjang 42 km. Koridor ini sudah memiliki jalur kereta api eksisting yang akan dimodernisasi dan dikonversi menjadi sistem KRL. Sementara di Makassar, proyek akan memulai dari koridor Bandara Sultan Hasanuddin–Pusat Kota–Sungguminasa sepanjang 33 km yang sebagian besar merupakan jalur baru.

KAI (Kereta Api Indonesia) sebagai operator ditunjuk sebagai pemimpin konsorsium pelaksana proyek ini bersama INKA (PT Industri Kereta Api), PLN, dan sejumlah BUMN konstruksi. Teknologi KRL yang akan digunakan adalah EMU (Electric Multiple Unit) generasi terbaru produksi INKA yang sudah memenuhi standar internasional, dengan kapasitas 1.200 penumpang per rangkaian dan kecepatan operasional maksimum 120 km/jam.

Proyek ini diperkirakan akan menciptakan 180.000 lapangan kerja baru selama masa konstruksi, dan setelah beroperasi akan mengurangi emisi karbon sebesar 2,1 juta ton CO2 per tahun jika beralih dari kendaraan pribadi. Ini selaras dengan komitmen Indonesia dalam Paris Agreement untuk mencapai net-zero emission di sektor transportasi pada 2060.

Masyarakat merespons pengumuman ini dengan beragam. Di Medan, warga menyambut antusias karena selama ini kemacetan menjadi masalah kronik di kota terbesar ketiga Indonesia itu. Namun beberapa pengamat transportasi mengingatkan pentingnya integrasi dengan moda transportasi lain dan memastikan stasiun-stasiun KRL terhubung dengan jalur angkot, bus, dan pedestrian yang nyaman agar KRL benar-benar menjadi solusi mobilitas urban yang komprehensif, bukan sekadar proyek infrastruktur baru.

Ditulis oleh Eko Prabowo
← Kembali ke Indonesia