Pantai Panjang Bengkulu Pasca Revitalisasi: Kini Setara Bali, Kata Wisatawan
Revitalisasi Pantai Panjang senilai Rp 200 miliar selesai. Kini hadir boardwalk malam, pasar kuliner, dan spot foto yang langsung viral di media sosial.
Pantai Panjang Bengkulu kini berwajah baru. Proyek revitalisasi besar-besaran senilai Rp 200 miliar yang dikerjakan selama 18 bulan telah rampung, mengubah total wajah kawasan wisata pantai terpanjang di Bengkulu ini. Banyak wisatawan yang baru pertama kali berkunjung pasca-revitalisasi menyebut kualitasnya kini setara dengan kawasan wisata pantai premium di Bali, Lombok, atau Labuan Bajo.
Fasilitas baru yang paling ikonik adalah boardwalk kayu sepanjang 3,2 kilometer yang membentang di sepanjang garis pantai. Dibangun dari kayu ulin tahan air dengan pencahayaan LED amber yang hangat, boardwalk ini menjadi tempat favorit untuk evening stroll bagi warga lokal maupun wisatawan. Setiap 200 meter terdapat dek observasi yang menjorok ke arah laut, dilengkapi bangku dan canopy dari anyaman bambu lokal. Di malam hari, pemandangan matahari terbenam di atas Samudra Hindia dari boardwalk ini menjadi salah satu yang paling menakjubkan di Indonesia Barat.
Kawasan Pasar Kuliner Pantai Panjang juga hadir dengan konsep yang jauh lebih rapi dan terorganisir. Sebanyak 120 kios permanent bergaya tradisional modern menampilkan deretan kuliner khas Bengkulu: pendap (ikan kukus berbumbu daun keladi), otak-otak ikan laut segar, lenjer (lontong khas Bengkulu), hingga berbagai olahan seafood hasil tangkapan nelayan lokal yang dimasak di depan pembeli. Ada pula zona kuliner fusion yang menampilkan interpretasi modern dari masakan tradisional, menarik bagi wisatawan muda yang ingin pengalaman baru namun tetap terasa lokal.
Infrastruktur pendukung juga meningkat drastis. Sekarang tersedia 450 lahan parkir yang terorganisir, 28 toilet umum bertaraf bintang 3, delapan titik wifi publik berkecepatan tinggi, dan papan informasi wisata digital yang update real-time. Akses difabel juga menjadi prioritas — seluruh boardwalk, toilet, dan area parkir dirancang wheelchair-friendly. Di sepanjang pantai tersebar 34 lifeguard tower dengan petugas berjadwal sepanjang jam operasional.
"Waktu terakhir ke sini dua tahun lalu, kondisinya jauh berbeda — agak kumuh, fasilitas minim. Sekarang saya tidak menyangka bisa sebagus ini. Saya tinggal di Bali, tapi jujur Pantai Panjang sekarang punya 'soul' yang tidak kalah dari banyak pantai di Bali — malah lebih autentik karena wisatawannya belum terlalu padat," kata Rina Dewi (34), wisatawan asal Denpasar yang sedang berlibur ke Bengkulu.
Revitalisasi ini sudah terbukti membawa dampak ekonomi nyata. Data Dinas Pariwisata Bengkulu mencatat kunjungan wisatawan ke Pantai Panjang naik 280% dalam dua bulan pertama pasca-pembukaan, dengan rata-rata lama kunjungan meningkat dari 1,8 jam menjadi 4,3 jam per pengunjung. Pendapatan pedagang kuliner dan souvenir di kawasan ini naik rata-rata 310%.