Live
◆Pemkot Bengkulu luncurkan 5.000 program digitalisasi UMKM◆Rafflesia arnoldii mekar di TNKS, diameter capai 95 cm◆Harga kopi Robusta Bengkulu naik 40% di pasar internasional◆OpenAI rilis model o4-Pro yang mampu perbaiki bug produksi sendiri◆QRIS nasional targetkan 100% transaksi retail akhir 2026◆Startup Indonesia raih $120 juta pendanaan Series B◆Indeks literasi digital Indonesia naik ke peringkat 3 ASEAN◆Batik Besurek Bengkulu viral TikTok, pesanan tembus 10.000 unit◆Pemkot Bengkulu luncurkan 5.000 program digitalisasi UMKM◆Rafflesia arnoldii mekar di TNKS, diameter capai 95 cm◆Harga kopi Robusta Bengkulu naik 40% di pasar internasional◆OpenAI rilis model o4-Pro yang mampu perbaiki bug produksi sendiri◆QRIS nasional targetkan 100% transaksi retail akhir 2026◆Startup Indonesia raih $120 juta pendanaan Series B◆Indeks literasi digital Indonesia naik ke peringkat 3 ASEAN◆Batik Besurek Bengkulu viral TikTok, pesanan tembus 10.000 unit
TrendKuliner & Gaya Hidup

Kedai Kopi Aesthetic dengan Konsep "Hutan Digital" Meledak di Bengkulu, Antrean 2 Jam

Sebuah kedai kopi yang menggabungkan estetika hutan tropis Bengkulu dengan vibe tech digital viral di TikTok. Dalam 3 minggu sudah dikunjungi 15.000 orang.

NNadia Putri
·1 hari lalu·3 menit baca
Aesthetic Coffee Shop

Sebuah kedai kopi baru di Kota Bengkulu berhasil menciptakan fenomena tersendiri di dunia kuliner lokal. Rimba Kode, begitu nama kedai yang berlokasi di Jalan Semarak ini, mengusung konsep "Hutan Digital" yang memadukan dua dunia yang tampaknya tak bersatu: estetika hutan tropis Bengkulu yang rimbun dengan nuansa teknologi dan cyberpunk yang kental. Hasilnya? Antrean hingga dua jam dan lebih dari 15.000 pengunjung hanya dalam tiga minggu pertama operasional.

Interior Rimba Kode memang tak biasa. Dinding-dindingnya dipenuhi tanaman tropikal asli — pakis raksasa, monstera, dan beragam spesies endemik Sumatera — yang diintegrasikan dengan panel LED ambient berwarna cyan dan hijau neon. Meja-mejanya terbuat dari potongan kayu sengon lokal dengan tatahan sirkuit elektronik yang menyala. Di tengah ruangan, ada instalasi seni interaktif berbentuk pohon digital setinggi empat meter yang daun-daunnya berubah warna mengikuti musik yang diputar.

Pendirinya, Kevin Andriawan (25), adalah anak muda Bengkulu yang baru pulang setelah lima tahun kuliah dan bekerja di Jakarta. "Saya ingin menciptakan ruang di mana identitas Bengkulu — hutan, alam, kearifan lokal — bertemu dengan estetika generasi saya yang tumbuh bersama internet dan teknologi. Ini bukan kopi kekinian biasa, ini adalah pernyataan bahwa Bengkulu itu modern tanpa harus meninggalkan akarnya," kata Kevin kepada Bengkulunow.

Menu yang ditawarkan pun tak kalah kreatif. Ada "Sinyal Rimba" — espresso dengan infus daun sirih hutan yang memberikan aftertaste herbal unik — dan "Kernel Robusta" yang merupakan single origin kopi Kepahiang disajikan dengan teknik cold brew nitrogen. Camilan andalannya adalah "Data Lemang", reinterpretasi modern lemang tradisional Bengkulu yang disajikan dalam porsi mini dengan tiga pilihan topping fusion.

Video kunjungan ke Rimba Kode yang diunggah oleh sejumlah kreator konten lokal dan nasional mendapat total views lebih dari 28 juta di TikTok dalam sebulan. Beberapa video viral dari kreator berpengaruh seperti @indoramen dan @jakartafoodie membawa gelombang pengunjung dari luar kota — bahkan dari Palembang, Lampung, dan Jakarta sengaja memasukkan Rimba Kode dalam itinerary perjalanan mereka ke Bengkulu.

Kevin mengaku tidak menyangka respons akan sebesar ini. "Kami sudah prepare untuk ramai, tapi tidak sepopuler ini. Kami kini sedang merekrut lebih banyak barista dan memperluas dapur untuk bisa melayani lebih banyak tamu tanpa mengorbankan kualitas," ujarnya. Ia juga mengungkapkan rencana untuk membuka cabang kedua di Kepahiang pada akhir tahun ini, mengambil konsep yang sama namun dengan sentuhan estetika kebun kopi yang lebih kental.

Ditulis oleh Nadia Putri
← Kembali ke Trend