Live
◆Pemkot Bengkulu luncurkan 5.000 program digitalisasi UMKM◆Rafflesia arnoldii mekar di TNKS, diameter capai 95 cm◆Harga kopi Robusta Bengkulu naik 40% di pasar internasional◆OpenAI rilis model o4-Pro yang mampu perbaiki bug produksi sendiri◆QRIS nasional targetkan 100% transaksi retail akhir 2026◆Startup Indonesia raih $120 juta pendanaan Series B◆Indeks literasi digital Indonesia naik ke peringkat 3 ASEAN◆Batik Besurek Bengkulu viral TikTok, pesanan tembus 10.000 unit◆Pemkot Bengkulu luncurkan 5.000 program digitalisasi UMKM◆Rafflesia arnoldii mekar di TNKS, diameter capai 95 cm◆Harga kopi Robusta Bengkulu naik 40% di pasar internasional◆OpenAI rilis model o4-Pro yang mampu perbaiki bug produksi sendiri◆QRIS nasional targetkan 100% transaksi retail akhir 2026◆Startup Indonesia raih $120 juta pendanaan Series B◆Indeks literasi digital Indonesia naik ke peringkat 3 ASEAN◆Batik Besurek Bengkulu viral TikTok, pesanan tembus 10.000 unit
TrendFashion & Budaya

Batik Besurek Bengkulu Viral di TikTok, Pesanan Online Tembus 10.000 dalam Seminggu

Kreator konten lokal berhasil memopulerkan kain khas Bengkulu dengan cara styling modern. Video pertamanya ditonton 12 juta kali dalam 48 jam.

CCantika Sari
·1 hari lalu·3 menit baca
Traditional Fashion Trending

Seorang kreator konten asal Bengkulu berhasil membawa kain batik Besurek — kain khas provinsi Bengkulu yang sudah ada sejak abad ke-17 — ke panggung viral media sosial nasional. Aisyah Putri Handayani (22), atau yang dikenal sebagai @aisy.besurek di TikTok, berhasil meraih 12 juta penonton hanya dalam 48 jam untuk video pertamanya yang menampilkan cara styling batik Besurek ala Gen Z dengan outfit keseharian.

Dalam video tersebut, Aisyah menunjukkan bagaimana sehelai kain Besurek motif Kaligrafi Arab bisa dipadukan dengan cropped tank top putih dan sepatu sneakers untuk tampilan streetwear yang stylish, jauh dari kesan kuno yang sering diasosiasikan dengan kain tradisional. Videonya yang berdurasi 87 detik diiringi musik trending dengan editing cepat khas kreator Gen Z, membuatnya terasa segar dan aspirasional bagi penonton muda.

Dampaknya langsung terasa pada para pengrajin batik Besurek di Bengkulu. Komunitas Pengrajin Batik Besurek Bengkulu (KB3) mencatat lonjakan pesanan online sebesar 1.200% dalam satu minggu setelah video viral tersebut. Total pesanan yang masuk mencapai lebih dari 10.000 lembar kain dan produk turunannya. "Kami sampai kewalahan. Pengrajin yang biasa memproduksi 20–30 lembar per minggu tiba-tiba mendapat pesanan ratusan lembar. Kami harus koordinasi cepat agar bisa memenuhi permintaan tanpa mengecewakan pelanggan," kata Ketua KB3, Ibu Rosminah.

Batik Besurek memiliki ciri khas yang membedakannya dari batik daerah lain: motif utamanya adalah tulisan Arab (kaligrafi) yang dipadukan dengan motif flora khas Bengkulu seperti bunga Rafflesia dan daun sirih. Secara historis, kain ini digunakan dalam upacara adat pernikahan dan khitanan, serta sebagai pakaian resmi di istana Kesultanan Bengkulu. Kerumitan proses pembuatannya — masih menggunakan teknik batik tulis dengan canting — membuat setiap lembar kain bisa memakan waktu 2–4 minggu untuk diselesaikan.

Aisyah mengaku videonya berawal dari keinginan sederhana untuk merayakan identitas daerahnya. "Saya sudah lama ingin menunjukkan bahwa Besurek itu cantik dan bisa dipakai dengan cara modern. Saya tidak menyangka akan sepopuler ini. Sekarang banyak yang DM saya tanya di mana beli dan cara pakainya — dan saya balik promosiin pengrajin lokal Bengkulu," ceritanya.

Viralnya batik Besurek ini juga menarik perhatian desainer fashion nasional. Studio Sekar dari Jakarta dan Brand Tenun dari Bali sudah menghubungi KB3 untuk kemungkinan kolaborasi. Bahkan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif memasukkan batik Besurek dalam program "Wastra Nusantara Goes Digital" — sebuah inisiatif untuk mempromosikan kain tradisional Indonesia di platform e-commerce internasional seperti Etsy dan Amazon Handmade.

Ditulis oleh Cantika Sari
← Kembali ke Trend